Sejarah

Pada tahun 1995 di jalan cemara kelurahan Selawan (ketika itu keluarah Mutiara) kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Sumatera Utara didikanlah Pondok Pesantren Bina Ulama yang dipimpin oleh KH. Alimuddin Siregar, BA. Peletakan batu pertama dilakukan oleh seorang Ulama Kharismatik di Asahan yaitu Al-Mukarrom Tuan Ruslan Daud Nasution, mulai sejak itu berjalanlah pembangunan pesantren Bina Ulama Kisaran sebanyak 1 (satu) kelas.

Pada tahun 1996 dibukalah penerimaan murid baru tingkat RA/MDA dan diangkatlah Ust.Aswiluddin Rambe sebagai Kepala Sekolah, pada waktu bersamaan dibuka pula pengajian rutin Kitab Kuning yang diasuh KH. Alimuddin Siregar, BA dan Tuan H. Ghazali Abdurrahman.

Pada tahun 1997 diadakan pertemuan di rumah Ketua Yayasan yang dipimpin langsung KH. Alimuddin Siregar, BA untuk merumuskan pendidikan tingkat Tsanawiyah dengan menggunakan kurikukum SKB 3 Menteri dan Kurikulum Kitab Kuning (Salafiyah). Sehingga tercapailah kemufakatan untuk membuka MTs Salafiyah tersebut dan diangkatlah sebagi Kepala Madrasah Drs. Masrab Al-Badry.

Pada Tahun 1999 jabatan Kepala Madrasah diambil alih oleh Ketua Yayasan Karena Kepala Madrasah sebelumnya telah menjabat di SLTP Negeri Mandoge. Pada tahun tersebut juga tamatlah santri angkatan pertama, dikhatamkan secara wisuda langsung disematkan oleh Bapak Prof. Dr. H. Ridwan Lubis yang didampingi bapak Kakan Depag, Kapolres, Dandim 0208 dan Bapak Bupati Asahan. Pada 2000/2001 diwisuda angkatan kedua yang disematkan Bapak Bupati Asahan, didampingi Bapak Kakan Kemenag Asahan Drs. Yusuf Ady, Kapolres Asahan, Dandim 0208 dan Ketua DPRD Tk. II Kab. Asahan Bapak H. Syamsul Bahri Batubara.

Selanjutnya karena tidak adanya jenjang Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Bina Ulama Kisaran, maka alumni-alumni yang telah diwisuda direkomendasikan Katua Yayasan untuk menyambung pelajarannya ke Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang di Pimpin Al-Mukarram Syeikh Mukhtar Muda Nasution seorang Ulama Kharismatik di Pulau Sumatera bahkan Nasional.Namun, karena jauhnya jarak dan kendala-kendala lainnya, maka pada rapat tahunan dengan para wali santri di Pondok Pesantren Bina Ulama, seluruh Wali meminta didirikan Madrasah Aliyah yang juga berbasis Kitab Kuning.

Akhirnya pada tahun 2003  didirikanlahMadrasah Aliyah sebagai lanjutan dari tingkat Tsanawiyah dan dimulai Tahun Pelajaran 2003/2004.

Demi terwujudnya Kegiatan Belajar yang efektif dan nyaman serta terciptanya alumni-alumni yang ahli dalam agama dan Kitab Kuning maka pada tahun 2005, Pondok Pesantren Bina Ulama menambah bangunan Ruang Kelas Baru, Sarana Olahraga, pembangunan Asrama, perluasan tanah,pembangunan Perpustakaan  yang mempunyai kitab-kitab turast (Kitab Kuning) yang menjadi rujukan dalam masalah Fiqhiyah, Ilmu Alat, Tafsir, Hadits dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Sepeninggalan Buya Pendiri Pondok Pesantren Bina Ulama pada 2012, Pihak Pondok Pesantren Bina Ulama terus melakukan pembenahan dan pengembangan program  baru seperti Program Hafizd/ah (penghapal Al-Qur’an), Qari/ah (Seni Membaca Al-Qur’an), Muhaddits/ah (Penghapal Hadits), dan “Majlis Sibawaih” yaitu Program Pendalaman Ilmu-ilmu Alat (Nahwu, Shorof, Ilmu Bayan dan Balaghoh).Program-program tersebut telah berhasil mencetak Hafizd/ah, Qari’/ah, Muhaddits/ah, Da’i/yah Ahli dalam memahami Kitab Kuning yang telah ikut meramaikan pertandingan MTQ, MQK, Pilda’i dll, dan berhasil mendapat juara baik tingat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional bahkan tingkat Internasional.

Melihat tantangan dan perkembangan zaman yang semakin modern dan semakin menipisnya akhlak serta berkurangnya orang-orang yang memahami agama ditengah-tengah kehidupan yang semakin moderat, untuk menjawab masalah-masalah itu, maka pada tahun 2013 diadakanlah rapat di rumah Ketua Yayasan yang di Pimpin langsung Ketua Yayasan yang baru yaitu Rabi’atul Adawiyah Siregar, S.Pd.I, MM bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan  Dr. H. Ali Muammar Qadafi Srg, S.Pd.I, M.Pd.I dan seluruh unsur Yayasan Ust. Rizki Ahmad Mubarak, S.Pd.I, Usth Faizatul Lailah, Lc, S.Pd. dan dihadiri Ust. H. Aswiluddin Rambe, S.Pd.I, M.M, Ust. Nazrul Aswad, S.H.I, M.H, sebagai Kepala Sekolah,  maka disepakatilah untuk memperbanyak dan lebih fokus pada pelajaran Salafiyah (Kitab Kuning) di Pondok Pesantren Bina Ulama Kisaran dan memperbanyak Program Penguatan Keterampilan Bidang Agama.

Minat dan kepercayaan masyarakat kepada Pondok Pesantren Bina Ulama Kisaran terus bertambah, sehingga jumlah santri yang mondok sudah mencapai ribuan, untuk itu pada tahun 2021 dimulailah pembangunan gedung baru ditanah seluas 3,5 Ha di Kampung Subur (± 6 KM dari bangunan Pondok sebelumnya)  dengan fasilitas yang akan dilengkapi sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan jumlah santri.

Sampai saat ini sejauh pantauan kami bahwa para alumni 95 % diterima di Perguruan Tinggi Negeri, baik PTN atau pun PTAIN, untuk melanjutkan Study S1, S2 dan S3. Para alumni tersebar di dalam negeri seperti Medan, Pekanbaru, Samarinda, Padang, Aceh, Palembang, Makassar, Yogjakarta, Bandung, Jakarta dan luar negeri seperti Mesir, Lebanon, Saudi Arabia, Madinah, Malaysia dll.

Demikian Riwayat Singkat Pondok Pesantren Bina Ulama Kisaran, semoga Pondok Pesantren Bina Ulama terus maju dan berkembang untuk menjawab tantangan zaman.